kurangi kesenangan duniamu

Sungguh Beruntung Orang Miskin, Jika Mereka Bersabar Menjalaninya


Seringkali orang yang hidup miskin merasa sangat rugi dan kecewa dengan keadaan hidupnya. Tapi sungguh perasaan itu akan sirna bila dia melihat bagaimana agama Islam memuliakannya, lihatlah beberapa poin berikut:

Iklan
mengemis zaman now

Mental Miskin Berjiwa Pengemis


Hallo,saudara terbaik kali ini kami bawakan cerita dapat dari channel telegram sengaja tak copas karena cukup menarik sebagai inspirasi dengan tema mental miskin berjiwa pengemis tema yang belom pernah di muat di blog lama saya apalagi di blog ini ,ok langsung di simak. CERITA INSPIRATIF Mental Miskin Berjiwa Pengemis Seorang sahabat yang tinggal di Australia…

istidraj

Istidraj


Maka jangan silau dengan kesuksesan dan kemegahan yg ditampilkan seseorang;
bisa jadi dia sedang mengalami istidraj..
Dan pada saatnya nanti Allah tiba2 akan mencabut semua kenikmatan itu, tanpa dia sadari dan Alloh akan beri azab yg pedih diakherat kelak.

etika seorang pegawai

Etika Seorang Pegawai


Di kehidupan dunia ini kita di tuntut untuk bekerja menjemput rizki allah ta’ala bukannya kita gak yakin akan rezeki yang telah ALLAH tentukan , tapi kita bekerja sekedar bentuk ihtiar kita. Memang benar rizki kita adalah tergantung jatah rezeki kita bukan tergantung kerasnya usaha kita bekerja. Ada sebagian yang jadi pengusaha ada yang berdagang tani dan juga pegawai.

Tinggalkan Kemustahilan Itu……


Sufyan at-Tsauri berkata : رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لا تُدْرَكُ “Keridoan manusia adalah tujuan yg tdk akan tercapai” (Az-Zuhud karya al-Baihaqi 105) Seorang yang berharap semua orang rido dan suka kepadanya sesungguhnya ia hanyalah mengharapkan kemustahilan.

Bunga Bank,Riba?


Dalam bahasa Arab bunga bank itu disebut dengan fawaid. Fawaid merupakan bentuk plural dari kata ‘faedah’ artinya suatu manfaat. Seolah-olah bunga ini diistilahkan dengan nama yang indah sehingga membuat kita tertipu jika melihat dari sekedar nama. Bunga ini adalah bonus yang diberikan oleh pihak perbankan pada simpanan dari nasabah, yang aslinya diambil dari keuntungan dari utang-piutang yang dilakukan oleh pihak bank.

Apakah Allah Ridha dengan Pekerjaanku Saat Ini?


Pernahkah kita bertanya, “Apakah gajiku ini halal dan diridhoi Allah?”

SYU”AIB bin Harb berkata: “Jangan menyepelekan uang receh (fulus) yang engkau dapatkan dengan cara menaati Allah di dalamnya. Bukan uang receh itu yang akan digiring (menuju Allah), akan tetapi ketaatanmu. Bisa jadi dengan uang receh itu engkau membeli sayur-mayur, dan tidaklah ia berdiam di dalam rongga tubuhmu hingga akhirnya dosa-dosamu diampuni.” (al-Hatstsu ‘ala at-Tijarah wa ash-Shina’ah, karya Abu Bakr al-Khallal).

Dari pesan di atas bisa diambil benang merah jika baik buruknya suatu perkerjaan di mata Allah bukanlah dinilai dari besar kecilnya gaji yang diperoleh, akan tetapi dari cara kita melakukannya. Pertanyaan mendasar yang harus dicamkan adalah, “Apakah Allah ridha dengan pekerjaan saya ini?” Inilah cara berpikir seorang Muslim, sebagaimana diajarkan Nabinya; bukan menuruti logika materialis ateis yang hanya mengedepankan pragmatisme.