mengemis zaman now

Mental Miskin Berjiwa Pengemis


Hallo,saudara terbaik kali ini kami bawakan cerita dapat dari channel telegram sengaja tak copas karena cukup menarik sebagai inspirasi dengan tema mental miskin berjiwa pengemis tema yang belom pernah di muat di blog lama saya apalagi di blog ini ,ok langsung di simak. CERITA INSPIRATIF Mental Miskin Berjiwa Pengemis Seorang sahabat yang tinggal di Australia…

Ternyata Yahudi Pun Mengikuti Sunnah


Perang terbesar di akhir zaman adalah perang melawan yahudi,bukan cuma perang secara fisik perang ideologi,perang pemikiran ,perang dingin ,segala cara ditempuh untuk menghancurkan musuh mulai dari penyusupan intelejen,sampai perusakan akidah perusakan generasi muda  lewat modernisasi sampai meracuni dengan makanan, Sungguh licik yahudi dan barat memperdayakan kita umat Islam, dengan medianya untuk membuat opini yang berbeda…

Apakah Allah Ridha dengan Pekerjaanku Saat Ini?


Pernahkah kita bertanya, “Apakah gajiku ini halal dan diridhoi Allah?”

SYU”AIB bin Harb berkata: “Jangan menyepelekan uang receh (fulus) yang engkau dapatkan dengan cara menaati Allah di dalamnya. Bukan uang receh itu yang akan digiring (menuju Allah), akan tetapi ketaatanmu. Bisa jadi dengan uang receh itu engkau membeli sayur-mayur, dan tidaklah ia berdiam di dalam rongga tubuhmu hingga akhirnya dosa-dosamu diampuni.” (al-Hatstsu ‘ala at-Tijarah wa ash-Shina’ah, karya Abu Bakr al-Khallal).

Dari pesan di atas bisa diambil benang merah jika baik buruknya suatu perkerjaan di mata Allah bukanlah dinilai dari besar kecilnya gaji yang diperoleh, akan tetapi dari cara kita melakukannya. Pertanyaan mendasar yang harus dicamkan adalah, “Apakah Allah ridha dengan pekerjaan saya ini?” Inilah cara berpikir seorang Muslim, sebagaimana diajarkan Nabinya; bukan menuruti logika materialis ateis yang hanya mengedepankan pragmatisme.