Posts from the ‘Salah kaprah’ Category

Valentine,Lubang Biawak di Bulan Februari


no valentine Pada bulan ini, kita selalu saja menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian. Anak-anak muda berlomba mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”.

Kita mungkin selama ini telah banyak menyaksikan Valentine terjadi di negeri yang Muslimnya paling banyak ini. Sebenarnya apa Valentine ini?

Baca lebih lanjut…

Iklan

Ternyata Yahudi Pun Mengikuti Sunnah


Perang terbesar di akhir zaman adalah perang melawan yahudi,bukan cuma perang secara fisik perang ideologi,perang pemikiran ,perang dingin ,segala cara ditempuh untuk menghancurkan musuh mulai dari penyusupan intelejen,sampai perusakan akidah perusakan generasi muda  sunnahlewat modernisasi sampai meracuni dengan makanan, Sungguh licik yahudi dan barat memperdayakan kita umat Islam, dengan medianya untuk membuat opini yang berbeda dengan manfaatnya. Mereka menganjurkan dengan produk dan advertorialnya dan menyuruh kita minum susu sapi bubuk buatan mereka, tapi mereka sendiri minum susu kambing, mereka minum apa yang diminum oleh Nabi kita Muhammad SAW.

Mengapa kita tidak ikut nabi kita, kita ikuti saja rayuan orang yahudi itu tapi ternyata mereka mengikuti apa yang nabi kita makan dan minum.

Baca lebih lanjut…

Belajar diam, sebuah nasehat dan muhasabah diri


Belajar diam, sebuah nasehat dan muhasabah diri

Oleh: Syaikh Abu Zaid Al Kuwaity (rahimahullah)

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan berkah di dalamnya …

Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu Alayhi Wa sallam adalah Rasul dan hambaNya. Amma ba’du …

Pembicaraan kita hari ini dengan tema :  “ Bagaimana kita belajar diam ” Sebagian orang mungkin heran, apakah diam harus dipelajari?

Yang dimaksud dengan belajar adalah praktek latihan, mengasah dan menjadikan tradisi. Judul ini saya ambil dari perkataan sebagian salaf.  Ketika mereka berkata : “ kami belajar diam sebagaimana kalian belajar berbicara“, sekarang ini banyak dilakukan kursus training seni berbicara, seni berpidato dan juga seni bagaimana mempengaruhi orang lain. Namun pada pertemuan ini, kita membahas – Insya ALLAH – bagaimana kita belajar diam. Yang saya maksud bukan diam dari  kebenaran, Naudzubillah … atau diam dari amar ma’ruf  nahi munkar atau diam dari menasehati manusia atau diam dari mengarahkan dan memberi petunjuk kepada mereka … bukan sekali-kali bukan !!!  yang aku maksud adalah diam dari senda gurau, diam dari kata-kata bathil diam dari katanya dan katanya …serta perkataan yang tidak ada faedahnya baik bagi diennya maupun dunianya.

Baca lebih lanjut…

Perilaku Syirik Ditengah Kita


Perilaku Syirik Ditengah Kita(Oleh: Adam Cholil, Pengajar di HSG Khoiru Ummah Gresik)

Perilaku syirik di tengah masyarakat kita sudah menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan anak-anak sekolah sudah diajarkan berbuat syirik. Menjelang UN banyak cara dilakukan agar ujian diberi kelancaran. Mulai doa bersama sampai ritual syirik. Belum lama ini kita juga digemparkan dengan berita Eyang Subur yang telah banyak merugikan orang terutama kalangan selebritis dengan praktek syiriknya. Mereka, para selebritis itu, yang katanya modern ternyata masih suka mendatangi dukun. Dukun-dukun itu seolah-olah menawarkan solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi manusia, mulai dari ekonomi, karir, lulus ujian, sampai rumah tangga. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini banyak orang yang was-was dan bingung dalam menjalani kehidupan. Hal ini tidak terlepas dari dampak krisis ekonomi global yang tengah menggejala. Maka tawaran para penjaja kemusyrikan itu tak pelak menjadi semacam oase ditengah gurun pasir. Tidak sedikit masyarakat yang tengah megap-megap dan kelimpungan menghadapi kondisi hidup yang serba sulit ini kemudian tergiur tawaran yang menjanjikan itu. Dan herannya yang mencoba peruntungan kepada paranormal itu bukan hanya datang dari kalangan awam tetapi juga kalangan berilmu.

Baca lebih lanjut…

Menghadapi Pengamen Jalanan


Bentuk lain “mengemis” yang sekarang dijadikan profesi dengan tujuan agar tidak dipandang orang sekadar meminta-minta adalah mengamen. Lantas bagaimana kita menyikapinya?

Lebih dari itu, mengamen lebih jelek dari sekadar meminta-minta, sebab profesi ini dilakukan dengan menyanyi dan diikuti dengan alat musik. Ada apa dengan nyanyian dan musik?

Hukum Musik dan Nyanyian

Menghadapi Pengamen JalananLantunan suara musik atau nyanyian ibaratnya sudah menjadi gaya hidup dan hiburan bagi sebagian besar masyarakat. Namun dibalik “keindahannya”, ternyata syariat berkata lain. Banyak dalil dan perkataan para ulama menolaknya.

Baca lebih lanjut…

Janganlah Tertipu Dengan Kenikmatan Dunia


PERINGATAN AGAR TIDAK TERTIPU DENGAN KENIKMATAN DUNIA
Oleh : Syaikh Muhammad bin Shâlih al-Utsaimîn
Janganlah Tertipu Dengan Kenikmatan Dunia Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya setiap manusia telah melewati suatu masa, dimana pada waktu itu dia merupakan sesuatu yang belum bisa disebut. Kemudian Allah Azza wa Jalla menciptakan kita, menyempurnakan nikmat-nikmatnya, menghindarkan bencana, dan memberikan kemudahan, serta menjelaskan semua yang bermanfaat dan berbahaya bagi kita. Allah Azza wa Jalla menjelaskan bahwa manusia itu memiliki dua negeri, yaitu negeri yang dilalui dan negeri tempat menetap dan hidup abadi. Negeri yang dilalui adalah alam dunia ini. Negeri yang segala isinya memiliki kekurangan, kecuali yang bisa mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla. 

Sekiranya orang yang berakal mau berpikir sejenak, pasti dia akan mengetahui kadar dan kehinaannya serta tipudayanya. Dunia itu terlihat seperti fatamorgana. Orang yang kehausan mengira itu adalah air, padahal apabila dia mendekatinya, dia tidak akan memperoleh apa-apa. Dunia juga dihiasi dengan berbagai macam kemegahan dan sesuatu yang menggiurkan.

Baca lebih lanjut…

Ritual-Ritual Persembahan Syirik Di Sekitar Kita


RITUAL-RITUAL PERSEMBAHAN DI SEKITAR KITA [1]*

 Oleh : Ustadz Abdullah Zaen, MA

Dunia mistik masih cukup kental dengan sebagian masyarakat tanah air. Keyakinan terhadap penguasa -yang mampu mendatangkan keberuntungan dan menyingkirkan marabahaya- selain Allâh Azza wa Jalla tetap mengakar pada mereka ini. Karenanya, kehidupan mereka tidak lepas dengan ritual-ritual persembahan yang variatif. Ada yang bersifat tahunan, atau pelaksanaannya ketika datang momen tertentu (pernikahan, panenan), maupun tatkala mereka dicekam oleh ancaman bencana yang dalam anggapan mereka muncul karena kemurkaan si ‘penguasa’ yang mereka yakini.

Ritual-Ritual Persembahan Syirik Di Sekitar Kita Guna melancarkan roda kehidupan, hajatan atau urusan mereka, mereka menghidupkan ritual-ritual persembahan tumbal maupun sesaji. Persembahan tumbal biasanya dalam bentuk binatang ternak, baik disembelih terlebih dahulu maupun dipersembahkan dalam keadaan hidup-hidup. Sementara persembahan sesaji dilakukan dengan selain hewan bernyawa.

Baca lebih lanjut…

Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Kasihilah Makhluk Yang di Bumi, Niscaya Allah Yang Berada Di Atas langit Akan Mengasihimu

Kasihilah makhluk yang di bumi, semoga yang di langit mengasihimu

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

frilia wg

Kebanyakan orang menyesal bukan krn telah melakukannya. Tapi karena tidak pernah melakukannya. Do it now!

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Tutorial WordPress.com

Blog Tutorial WordPress.com|Bukan WordPress.org

Udin Climber

Hanya Seorang Climber & Buruh Tekstile

pray, eat, sleep, repeat

see my little world through my mind

BAKULATZ

Belajar & Berbagi

Islam 4 All

Doing the Right Thing and Doing It Right

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

akhdian.net

BERBAGI PENGALAMAN & ILMU PENGETAHUAN

UpiTek Ngeblog

Posting Suka - suka | Ngeblog Via Ponsel

Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.