etika seorang pegawai

Etika Seorang Pegawai


Di kehidupan dunia ini kita di tuntut untuk bekerja menjemput rizki allah ta’ala bukannya kita gak yakin akan rezeki yang telah ALLAH tentukan , tapi kita bekerja sekedar bentuk ihtiar kita. Memang benar rizki kita adalah tergantung jatah rezeki kita bukan tergantung kerasnya usaha kita bekerja. Ada sebagian yang jadi pengusaha ada yang berdagang tani dan juga pegawai.

Iklan

PAMER


Sarana untuk pamer amal salih di zaman kita ini semakin banyak. Di antara yang paling merebak adalah selfie. Nampang ketika ngaji, sedekah, kurban, umrah, shalat, haji dan lain-lain. Lalu diupload seluas mungkin di medsos. Niat awalnya mungkin untuk memotivasi orang lain. Tapi kemudian setan datang untuk melencengkan maksud baik tersebut. Waspadalah!

TAHAYUL, UNDI NASIB, PERCAYA KEPADA PERKARA MENDATANGKAN SIAL DAN BAHAYANYA TATHOYYUR.


Masyarakat kita ada yg mempercayai hal tahayul tanpa mereka sadari. Tathoyyur atau thiyaroh secara bahasa diambil dari kata thair (burung). Hal ini dikarenakan tathoyyur merupakan kebiasaan MENGUNDI NASIB dengan menerbangkan burung; jika sang burung terbang ke kanan, maka diartikan bernasib baik atau sebaliknya jika terbang ke kiri maka berarti bernasib buruk. Dan tathoyur secara istilah…

Valentine,Lubang Biawak di Bulan Februari


Pada bulan ini, kita selalu saja menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian. Anak-anak muda berlomba mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”. Kita mungkin selama ini telah banyak menyaksikan Valentine terjadi di negeri…

Ternyata Yahudi Pun Mengikuti Sunnah


Perang terbesar di akhir zaman adalah perang melawan yahudi,bukan cuma perang secara fisik perang ideologi,perang pemikiran ,perang dingin ,segala cara ditempuh untuk menghancurkan musuh mulai dari penyusupan intelejen,sampai perusakan akidah perusakan generasi muda  lewat modernisasi sampai meracuni dengan makanan, Sungguh licik yahudi dan barat memperdayakan kita umat Islam, dengan medianya untuk membuat opini yang berbeda…

Belajar diam, sebuah nasehat dan muhasabah diri


Pembicaraan kita hari ini dengan tema : “ Bagaimana kita belajar diam ” Sebagian orang mungkin heran, apakah diam harus dipelajari?

Yang dimaksud dengan belajar adalah praktek latihan, mengasah dan menjadikan tradisi. Judul ini saya ambil dari perkataan sebagian salaf. Ketika mereka berkata : “ kami belajar diam sebagaimana kalian belajar berbicara“, sekarang ini banyak dilakukan kursus training seni berbicara, seni berpidato dan juga seni bagaimana mempengaruhi orang lain. Namun pada pertemuan ini, kita membahas – Insya ALLAH – bagaimana kita belajar diam. Yang saya maksud bukan diam dari kebenaran, Naudzubillah … atau diam dari amar ma’ruf nahi munkar atau diam dari menasehati manusia atau diam dari mengarahkan dan memberi petunjuk kepada mereka … bukan sekali-kali bukan !!! yang aku maksud adalah diam dari senda gurau, diam dari kata-kata bathil diam dari katanya dan katanya …serta perkataan yang tidak ada faedahnya baik bagi diennya maupun dunianya.

Perilaku Syirik Ditengah Kita


Perilaku syirik di tengah masyarakat kita sudah menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan anak-anak sekolah sudah diajarkan berbuat syirik. Menjelang UN banyak cara dilakukan agar ujian diberi kelancaran. Mulai doa bersama sampai ritual syirik. Belum lama ini kita juga digemparkan dengan berita Eyang Subur yang telah banyak merugikan orang terutama kalangan selebritis dengan praktek syiriknya. Mereka, para selebritis itu, yang katanya modern ternyata masih suka mendatangi dukun. Dukun-dukun itu seolah-olah menawarkan solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi manusia, mulai dari ekonomi, karir, lulus ujian, sampai rumah tangga. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini banyak orang yang was-was dan bingung dalam menjalani kehidupan. Hal ini tidak terlepas dari dampak krisis ekonomi global yang tengah menggejala. Maka tawaran para penjaja kemusyrikan itu tak pelak menjadi semacam oase ditengah gurun pasir. Tidak sedikit masyarakat yang tengah megap-megap dan kelimpungan menghadapi kondisi hidup yang serba sulit ini kemudian tergiur tawaran yang menjanjikan itu. Dan herannya yang mencoba peruntungan kepada paranormal itu bukan hanya datang dari kalangan awam tetapi juga kalangan berilmu.