Syirik Cinta


Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa syirik adalah larangan terbesar dalam Islam. Kesyirikan adalah menyekutukan Allah dalam hak-hak khusus bagi Allah.

Iklan

ANTARA ORANG CERDAS DAN ORANG YANG TELAT CERDAS


Sobat, nenek moyang kita menggambarkan orang yang cerdas nan sigap dengan pepatah: ” sedia payung sebelum hujan”. Sungguh benar, betapa Antisipasi yang tepat pada waktu yang tepat dalam setiap masalah benar benar mencerminkan kercerdikan. Beda dengan orang yang hanya bisa membeo dan mengekor, biasanya mereka bertindak disaat semuanya telah terlanjur, sehingga tidak dapat dihindari lagi.

Valentine,Lubang Biawak di Bulan Februari


Pada bulan ini, kita selalu saja menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian. Anak-anak muda berlomba mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”. Kita mungkin selama ini telah banyak menyaksikan Valentine terjadi di negeri…

Mau rumah di surga? jauhi debat kusir, walaupun anda dalam kebenaran!


Rasulullah -shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda :

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia”

Cara Membuang Pikiran Kotor


Cara untuk menghilangkan pikiran kotor dapat dilakukan dengan beberapa hal
berikut:

Pertama,
Menjauhi segala sebab yang dapat menimbulkan hal tersebut seperti menonton film, membaca cerita porno atau berita tentang terjadinya pemerkosaan, begitu juga melihat gambar porno, serta menjaga pandangan dari melihat wanita (apa lagi di negeri kita porno aksi sebagai santapan yang biasa dinikmati), semoga Allah melindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia.

Kedua,

Menghadapi Pengamen Jalanan


Bentuk lain “mengemis” yang sekarang dijadikan profesi dengan tujuan agar tidak dipandang orang sekadar meminta-minta adalah mengamen. Lantas bagaimana kita menyikapinya?

Lebih dari itu, mengamen lebih jelek dari sekadar meminta-minta, sebab profesi ini dilakukan dengan menyanyi dan diikuti dengan alat musik. Ada apa dengan nyanyian dan musik?

Dahsyatnya Cinta,Bahkan Kita Akan Bersama Yang Kita Cintai Sampai Mati


Masalah cinta adalah masalah agung yang mendera setiap kalbu dan berkembang dalam setiap jiwa akan insan yang hidup dan berharap. Cinta mampu membuat gurun bersabar dalam kegersangan asal langit tak tersakiti hatinya. Begitulah yang terjadi, berapa banyak manusia yang rela tersakiti asalkan sang tercinta mampu melenggang dalam nafas yang terburai damai, berurai kehidupan dan harum misik yang bertebaran. Kalaulah bukan karena cinta, tak mungkin Khubaib ibn Arts rela dipukul mata pedang, kalaulah bukan karena cinta, tak mungkin juga Salman Al Farisi rela bersafar menuju hijaz hingga dijual sebagai seorang budak. Cinta mampu membuat yang terang menjadi buram, yang hitam menjadi putih, dan yang hidup menjadi mati. Berapa banyak pemenang dimedan laga jatuh bertekuk lutut hanya karena panah yang terlepas dari mata menuju hati. Sesungguhnya setiap sungai memiliki hilir dan setiap laut memiliki muara, namun sungai cinta tak berhilir dan laut cinta tak bermuara.

Mengenal Bagaimana Darah Haid Terjadi


Wanita makhluk ciptaan Allah, sesuai dengan fitrahnya, dan secara sunnatullah disiapkan berpasangan dengan ciptaan Allah dari jenis laki-laki. Allah menciptakan sedemikian rupa, sehingga kaum wanita sudah ditakdirkan untuk mengandung dan melahirkan generasi penerus selanjutnya. Bila sudah baligh, maka otomatis alat-alat khusus yang sudah tercipta dariNya akan mengalami perubahan fungsi. Tiap bulan akan mengeluarkan darah, sebagai tanda juga bahwa sang wanita tersebut secara fisik sudah bisa hamil. Datangnya haid tiap bulan pun akan menghalangi pula para wanita untuk beribadah kepadaNya, misalnya shalat, puasa, dan lain-lain. Dan ini sudah menjadi ketentuan Allah yang harus ditaati.

Sebagaimana ‘Aisyah menjelaskan ketika ditanya Mua’dzah: “Mengapakah wanita haidh mengqhada shaum dan tidak mengqadha shalat?” ‘Aisyah menjelaskan.

كَانَ يُصِيْبُنَا ذَلِكَ مَعَ رَسُوْلِ الله فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَوْمِ وَ لاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ

Kami mengalami hal itu pada masa Rasulullah, maka kami diperintah untuk mengqadha shaum dan tidak tidak diperintah mengqadha shalat. [Muttafaqun alaih]

Sungguh luas dan besar ilmu Allah dalam penciptaan seorang wanita dengan peralatan yang rumit di dalamnya, dan tidak ada seorang pun yang bisa menandingiNya. Dan di artikel berikut ini, kita akan melihat sekelumit tentang terjadinya darah haid. Mudah-mudahan kita akan semakin bersyukur kepada Allah atas karunia kepada hambaNya di bumi ini.

Jangan Marah, Maka Kamu Akan Masuk Surga


Marah ialah bergejolaknya darah dalam hati untuk menolak gangguan yang dikhawatirkan terjadi atau karena ingin balas dendam kepada orang yang menimpakan gangguan yang terjadi padanya.

Marah banyak sekali menimbulkan perbuatan yang diharamkan seperti memukul, melempar barang pecah belah, menyiksa, menyakiti orang, dan mengeluarkan perkataan-perkataan yang diharamkan seperti menuduh, mencaci maki, berkata kotor, dan berbagai bentuk kezhaliman dan permusuhan, bahkan sampai membunuh, serta bisa jadi naik kepada tingkat kekufuran sebagaimana yang terjadi pada Jabalah bin Aiham, dan seperti sumpah-sumpah yang tidak boleh dipertahankan menurut syar’i, atau mencerai istri yang disusul dengan penyesalan.

Nikmatnya Hidup Sederhana


Secara global, Al-Qur`an telah menjelaskan cara pengelolaan ekonomi dengan segala penjabarannya, yang intinya mencakup dua hal. Inilah yang dimaksud dengan “ushûl iqtishâd”, yaitu husnun nazhari fiktisâbil mâl (kecakapan mencari materi) dan husnun nazhar fi sharfihi fi mashârifihi (kecakapan membelanjakan harta pada pos-pos pengeluaran yang tepat). Lihatlah, bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka jalan bagi perolehan ma’îsyah melalui cara-cara yang tetap menjaga muru`ah dan agama (pekerjaan yang halal).

Buatlah Ibumu Tertawa


KALAU hari ini kita dapat meneggakkan kepala, ada kasih-sayang ibu yang tak akan pernah dapat engkau hapuskan jasanya. Kalau hari ini engkau dapat berbicara dengan jelas, itu karena kesabaran ibumu mengasuh dan mengajarimu mengucap kata demi kata. Kalau hari ini engkau merasai manisnya kehidupan, itu karena ibumu berkenan mengasuhmu penuh ketulusan.

Alangkah banyak wajah tampan yang susah menemukan kebahagiaan bersebab mereka tak pernah memperoleh usapan sayang dari ibunya. Alangkah banyak perempuan cantik yang tak dapat merasakan ketulusan meski sedetik, bersebab mereka tak memperoleh kasih-sayang di masa kecil.

Berkaca Dari Diskusi Para Salaf yang Selalu Dilimpahi Berkah, Sedangkan Kenapa Diskusi Kita Malah Merenggangkan Ukhuwah?


MENGAPA DISKUSI PARA SALAF SELALU DILIMPAHI BERKAH, SEDANGKAN DISKUSI KITA MALAH MERENGGANGKAN UKHUWWAH ?
beginilah contoh perbedaan pendapat dari generasi para salaf ,apakah sama dengan perbedaan dengan masa sekarang ?
tentu berbeda para salaf selalu dilimpahi berkah dengan aneka perbedaannya,sedangkan perbedaan di masa sekarang penuh dengan perpecahan,yuk kita simak kenapa bisa?……….

6 Kerusakan di Hari Perayaan Valentine’s


Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang. seperti artikel lalu pun sudah jelas kalo masih kurang valentine’s day menurut pandangan alqur’an dan sunnah.

Say No to Valentine, Don’t Be Murtadin!!


Semua orang tahu, terutama kaula muda, tanggal 14 Februari adalah perayaan hari Valentine (Valentine’s Day). Hari ini menjadi simbol pencurahan kasih sayang yang dikaitkan dengan kegiatan simbolis, seperti memberi bunga, cokelat, kencan, dan sebagainya. Sama seperti negeri asalnya, Barat, hari Valentine diasosiasikan dengan saling bertukar “pernyataan cinta romantis.”

Sejarah perayaan ini berawal dari perayaan Lupercalia (Feast of Lupercalia) dalam ritual paganisme (kafir penyembah dewa) pada jaman kerajaan Romawi. Perayaan Lupercalia adalah sebuah festival budaya Romawi Kuno untuk membersihkan roh jahat dengan menyembah Lupercus yang diyakini sebagai Dewa Kesuburan. Perayaan ini diadakan pada tanggal 13 sampai 15 Februari setiap tahunnya. Pada tanggal 13-14 Februari mereka memuja Dewi Juno, ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’

Orang Paling Kuat


Tidak semua kemarahan tercela. Bahkan ada kemarahan yang diperbolehkan, bahkan terpuji, yakni marah manakala kehormatan Allah ta’ala dan ajaran Islam dilanggar. Ini merupakan bagian dari pengagungan syiar Allah yang berupakan bukti ketaqwaan. (Baca: QS. Al-Hajj: 32). Sehingga tatkala ajaran Islam dinodai dan larangan Allah diterjang, kemudian sebagian orang adem ayem saja, keimanan mereka perlu dipertanyakan.

Suami Dayyuts; Suami Celaka yang Haram Masuk Surga


Istilah “suami takut istri” bukan hanya ada di televisi. Saat ini banyak kita jumpai seorang suami yang bertekuk lutut di bawah ketiak istri. Alih-alih mengarahkan dan membimbing istrinya, malahanan dia selalu di bawah instruksi dan arahannya. Akibatnya dia tak berani melarang ketika istrinya bermaksiat. Misalnya, dia membiarkan istrinya bergaul bebas dengan teman lakinya, membiarkannya nongkrong di pinggir jalan, membiarkannya keluar rumah tanpa berjilbab, dan bentuk pelanggaran syari’at lainnya.

Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan


Bentuk kemiskinan ada dua yaitu miskin iman dan miskin material. Demikian pula kebodohan ada dua macam kebodohan dalam beragama dan kebodohan dalam hal dunia. Dua masalah ini memiliki hubungan konotasi yang sangat erat, kemiskinan bisa menimbulkan kebodohan sebaliknya kebodohan bisa menyebabkan kemiskinan.

Allah mengutus Rasullah shalallahu ’alaihi wasalam untuk menupas kebodohan dalam beragama terlebih khusus dalam masalah keyakinan. Karena keyakinan sangat menentukan seseorang tersebut dalam menjalankan tugasnya di dunia sebagai khalifah di muka bumi ini.