ORANG AWAM TAK PERLU TAHU DALIL?


Pernyataan ini mungkin keliru

Benar orang awam tak WAJIB mengetahui dalil karena Allah hanya membebankan hamba Nya dengan apa yang mereka mampu. Adapun MEWAJIBKAN orang awam mengetahui dalil jelas sesuatu yang di luar kemampuan mereka.

mana dalilnya

Tetapi ini sama sekali tak berarti bahwa orang awam tak patut diajarkan tentang dalil.

Bukankah dengan mengetahui dalil hal ini akan menambah ilmu mereka?

Bukankah dengan ilmu ia akan menambahkan keyakinan mereka akan apa yang mereka amalkan?

Bukankah dengan ilmu dan keyakinan akan membuat mereka terus mendekat kepada Allah?

Beramal tanpa mengetahui dalil dinamakan taklid ,dan taklid yang buruk adalah adalah taklid buta yaitu asal ikut saja tanpa mengetahui dalilnya ,baik amalan itu baik ato tidak asal ngikut saja. Tiada taklid yang baik.

bahkan sekelas imam syafi'i pun tak mau oranh taklid pada beliau

Bahkan ulama sekelas imam syafi’i pun tak mau orang-orang bertaklid pada beliau

Berbeda dengan orang yang ittiba’; yakni orang yang beramal dengan berpandukan dalil Al-Quran dan Hadis, orang yang bertaklid dikatakan jahil karena dia tak tahu dalil amalannya.

Kita semua setuju kejahilan bukan sesuatu untuk dibanggakan.

Seorang guru yang tidak melatih muridnya untuk belajar tentang dalil, bahkan dia barangkali beranggapan bahwa dalil tak penting untuk diketahui oleh si murid, guru seperti ini mahu supaya si murid TERUS HIDUP DALAM KEJAHILAN.

sunnah bukan yang penting baik

Jelas ini bukan sikap seorang guru yang baik.

Malah guru seperti ini perlu dijauhi.

Dikhawatirkan guru seperti ini hanya mahu menanam sikap taksub kepada guru dalam diri murid-muridnya.

Inilah realitanya.

Membudayakan taklid hanya akan membawa kepada sikap taksub, lalu sikap taksub kepada guru inilah yang membawa kepada perpecahan.

Masyarakat terus menjauh dari Al-Quran dan Hadis.

Apabila masyarakat menjadikan guru sebagai sumber hukum, akhirnya apa yang halal ialah apa yang dihalalkan oleh si guru, dan apa yang haram ialah apa yang diharamkan oleh si guru.

Jika suatu waktu ada suara yang mahu mengajak masyarakat supaya kembali kepada Al-Quran dan hadis maka akan terdengar suara sumbang mengatakan:

Engkau Wahabi!!!

wahabi

Tambahan:

Sikap taklid akan menimbulkan sikap taksub sikap taksud akan melahirkan sikap fanatik lebih jauh akan menimbulkan sikap fanatik berlebihan pada golongan tertentu yang akibatnya hanya mau menerima pendapat dan dalil dari golongan tertentu saja ,jika saja ada dalil shahih yang berseberangan dengan pendapat golongannya tentu dengan serta merta akan menolak dalil shahih pdhl menolak satu hadist saja akan berakibat sangat fatal.

Sumber:

UIS / WA SAH / 16:09 / 28 January 2018

Nb:Dengan sedikit tambahan tanpa mengurangi maksud sang penulis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s