Inilah Hikmah Kenapa Hubungan Suami-Istri Saat Haid Dilarang Al Quran

Inilah Hikmah Kenapa Hubungan Suami-Istri Saat Haid Dilarang Al Quran Islam sebagai jalan hidup bagi manusia telah sempurna mengatur tata cara dan ibadah para pemeluknya. Melalui Al Qur’an dan Hadis yang diwariskan Muhammad SAW kepada umatnya, telah ada larangan-larangan yang harus dijauhi dan perintah yang wajib ditaati.
Dalam ajaran Islam, hubungan suami-istri pada saat istri sedang masa haid atau menstruasi merupakan perbuatan terlarang. Dalam dunia medis pun, hal itu juga tidak disarankan. Bahkan berpotensi kuat merugikan kedua pasangan.
Tak dipungkiri bahwa hubungan suami istri adalah aktivitas paling menyenangkan bagi banyak orang. Selain meningkatkan keharmonisan rumah tangga, hubungan suami istri juga meningkatkan keharmonisan secara keseluruhan.

Hubungan Suami Istri saat Haid

Laura Berman, PhD, seorang pakar seks dan terapis dari Feinberg School of Medicine, Northwestern University, Chicago seperti dilansir DuniaFitnes.com mengatakan, berhubungan seks saat haid dapat merugikan kesehatan kedua pasangan. Beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat melakukan seks saat haid antara lain:

  1. Penyakit Menular Seksual
    Saat wanita mengalami menstruasi leher rahim akan terbuka. Terbukanya leher rahim tersebut dapat mempermudah kuman dan bakteri masuk bahkan menyebar hingga ke rongga pinggul. Wanita juga berpotensi tertular virus HIV dan hepatitis jika melakukan hubungan seks saat menstruasi.
  2. Risiko Infeksi
    Saat menstruasi, dinding vagina akan mengalami inflamasi atau pembengkakan sebagai proses alami tubuh. Saat inflamasi terjadi, lapisan dinding rahim akan mengalami peluruhan berbarengan dengan keluarnya darah haid. Darah tersebut merupakan media yang berpotensi mengembangkan kuman dan bakteri yang bisa mengakibatkan infeksi saluran kencing, sperma, dan prostat pada pria.
  3. Endometriosis
    Istilah tersebut pasti masih asing di telinga Anda. Endometriosis mengacu pada pertumbuhan sel-sel di luar endometrium (dinding rahim) atau di tempat lain. Dalam tingkat lanjut pertumbuhan sel-sel tersebut akan memicu rasa nyeri saat haid, atau biasa disebut dengan dismenore.
    Salah satu faktor penyebab endometriosis adalah regurgitasi atau aliran balik darah haid dari dalam rahim ke saluran indung telur dan masuk ke dinding perut. Ini dapat terjadi jika Anda melakukan hubungan seks saat haid.

    Tak hanya itu, risiko infeksi juga semakin meningkat baik pada pria maupun wanita. Tingkat keasaman dan kemampuan lendir vagina untuk melawan bakteri saat berhubungan seks akan mengalami penurunan, sehingga berpotensi mengembangkan bakteri dan kuman yang membahayakan kesehatan.

  4. Sudden Death
    Gerakan penis pada saat berhubungan seks di masa haid juga bisa menjadi pemicu terjadinya gelembung udara ke pembuluh darah yang terbuka. Para ahli medis mengkhawatirkan, jika emboli atau gelembung udara tersebut masuk ke dalam pembuluh darah maka akan mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah dan bisa mengakibatkan“sudden death” atau mati mendadak.

 

Larangan dalam Islam


Beberapa risiko di atas merupakan uraian penjelasan dalam sudut pandang kesehatan dan medis. Namun tahukah Anda, 1500 tahun silam, Islam sudah memberitahu hal tersebut melalui Al Qur’an dalam surat Al Baqarah ayat 222.

Dalam ayat tersebut dijelaskan: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka (berhubungan suami istri_red), sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).

Oleh karenanya, hindarilah berhubungan seks pada saat istri haid. Jika tidak bisa menahan hasrat seksual, komunikasikan permasalahan seksual Anda bersama istri dan temukan jalan keluar terbaik demi keharmonisan hubungan Anda.

 

Artikel : www.voa-islam.com